Jenis jenis paragraf beserta contohnya

 


1. Menurut Letak Kalimat Utama



  • Deduktif (utama di awal)
    “Belajar itu penting karena bisa bikin kita paham banyak hal. Dengan belajar, kita jadi tahu cara menyelesaikan soal, ngerti ilmu baru, dan bisa meraih cita-cita.”
  • Induktif (utama di akhir)
    “Setiap pagi aku bangun, mandi, terus sarapan. Habis itu siap-siap ke sekolah dan belajar sampai siang. Jadi, pagi hari memang waktu yang paling sibuk buatku.”
  • Campuran (utama di awal dan ditegaskan di akhir)
    “Kebersihan kelas harus selalu dijaga. Kalau kelas bersih, kita bisa belajar nyaman dan sehat. Jadi, menjaga kebersihan kelas memang wajib dilakukan.”
  • Ineratif (utama di tengah)
    “Kemarin aku main bola di lapangan. Pertandingan berlangsung seru dan menegangkan. Semua orang berusaha keras biar timnya menang. Akhirnya, timku berhasil jadi juara.”






2. Menurut Isi



  • Narasi (cerita/peristiwa)
    “Waktu liburan kemarin aku pergi ke pantai sama keluarga. Kami main pasir, foto-foto, dan makan ikan bakar. Rasanya seru banget sampai aku nggak mau cepat-cepat pulang.”
  • Deskripsi (gambaran)
    “Ruang kelasku cukup luas, cat dindingnya warna biru muda. Meja dan kursinya tersusun rapi, di depan ada papan tulis putih. Kalau masuk ke kelas ini rasanya adem dan nyaman.”
  • Eksposisi (penjelasan)
    “Sampah plastik termasuk masalah besar di lingkungan. Plastik butuh waktu ratusan tahun buat terurai. Karena itu, kita dianjurkan pakai botol minum isi ulang biar sampah plastik berkurang.”
  • Argumentasi (berpendapat + alasan)
    “Menurutku olahraga itu wajib. Kalau jarang olahraga, badan bisa gampang sakit. Dengan olahraga teratur, tubuh jadi lebih sehat, kuat, dan nggak gampang capek.”
  • Persuasi (ajakan)
    “Ayo teman-teman, kita jangan buang sampah sembarangan. Kalau lingkungan bersih, kita semua nyaman. Mulai sekarang biasakan buang sampah di tempatnya!”



3Menurut Cara Penyajian / Alur



  • Kronologis (urut waktu)
    “Pagi tadi aku bangun jam enam. Setelah itu aku mandi, sarapan, lalu berangkat sekolah. Sampai sekolah, aku langsung ikut upacara dan lanjut belajar di kelas.”
  • Klimaks (dari biasa ke puncak)
    “Awalnya suasana kelas tenang. Lalu mulai ramai karena beberapa teman ngobrol. Tidak lama kemudian suasana makin gaduh sampai guru masuk dan menegur semua.”
  • Antiklimaks (dari puncak turun ke biasa)
    “Pertandingan bola itu sangat menegangkan di awal. Semua pemain berlari cepat, penonton bersorak kencang. Namun setelah gol tercipta, permainan jadi lebih santai dan penonton pun mulai tenang.”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isi dari kedua link

Sepotong roti bakar

beberapa puisi tentang "cahaya di ujung langit"